Kunjungan Industri Jurusan Teknik Informatika

Crated by Administrator at 25 September 2017 08:33:20

 
Hari masih sangat pagi, matahari pun baru mencapai horizonnya ketika mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Itenas angkatan 2015 dan 2016 telah ramai berkumpul didepan gedung BAAK. Semangat kami untuk datang sepagi itu bukan tanpa alasan, sebab hari itu (Minggu, 15 Januari 2017) kami akan melakukan Kunjungan Idustri ke Pulau Dewata (Bali).

Pagi itu tiga bus telah bersiap di depan kampus dan menggundang cukup banyak pencinta bus untuk datang dan mengabadikan momen bersama bus tersebut. Kedatangan mereka memang tidak tak terduga, namun semua itu bisa dikendalikan oleh tour guide kami. Akhirnya kami pun pergi meninggalkan kampus tercinta ini tepat pukul 07.00 WIB. Tak lupa kami panjatkan doa untuk keselamatan kami selama perjalanan ini. Bus pun melaju cukup kencang melintasi jalur utara pulau Jawa yang cukup dekat dengan lautan yang luas.

Hari sudah semakin siang, bus pun masih melaju dengan kencangnya akibat jalanan yang lengang. Sejenak kami pun berhenti di sebuah Rumah makan yang terletak di daerah Brebes untuk berisitirahat dan melaksanakan santap siang serta ibadah. Setelah di rasa cukup kami pun segera naik ke bus dan melanjutkan perjalanan menembus jalanan Pantai Utara Jawa. Selama perjalanan tersebut kami pun berkaraoke ria agar tak bosan selama di perjalanan.

Perjalanan masih sangat panjang dan kami pun berkutat dengan waktu, laju bus pun semakin kencang menembus dinginnya udara yang kala itu sedang hujan. Kami pun berhenti sejenak di sebuah rumah makan di Jawa Tengah, lalu kami melanjutkan perjalanan menembus gelapnya malam. Semakin malam bus pun semakin kencang, kami pun tertidur pulas walau sedikit ketakutan.

Bus pun berhenti di sebuah Rumah Makan di Surabaya dan kami pun terbangun lalu tersadar bahwa hari sudah menjelang pagi. Kami pun melaksanakan ibadah dan membersihkan diri serta melaksanakan sarapan.

Setelah dirasa cukup kami pun melaksanakan perjalanan kembali menuju Bali, dengan beberapa kali kami berhenti untuk beristirahat dan beribadah. Sore pun kembali tiba dan kami pun telah sampai di Pelabuhan Ketapang. Kami pun mulai menyebrangi Selat Bali pada pukul 16.30 WIB dengan keadaan cuaca saat itu hujan. Tak lama berselang, kami pun sampai di Pelabuhan Gilimanuk yang merupakan salah satu pintu gerbang dari Pulau Dewata (Bali).

Sesampainya di sana kami pun melaksanakan makan malam sebelum melanjutkan perjalanan menuju penginapan kami yang waktu tempuhnya sekitar 3 jam. Satu jam lebih kami beristirahat di rumah makan tersebut, lalu kami pun melanjutkan perjalanan yang masih cukup panjang ini pada pukul 20.00 WITA. Ditengah perjalanan kami pun disambut oleh seorang tour guide yang ditugaskan untuk memandu kami selama ada di bali.

Sampailah kami di penginapan pada pukul 23.00 WITA dengan sambutan hujan yang begitu deras. Karena dirasa tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas di luar penginapan dan kami pun sudah sangat lelah akibat perjalanan dari Bandung menuju Bali, akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat pada malam itu.

Ke-esokkan paginya kami pun bersiap-siap untuk melakukan berbagai kegitan yang telah dijadwalkan pada hari itu. Sebelum melakukan berbagai aktivitas tersebut, tak lupa kami pun menikmati sarapan pagi yang telah tersedia. Setelah semuanya peserta sarapan dan siap berangkat, kami pun menaiki bus untuk menuju Nusa Dua. Selama perjalanan pemandu kami terus menjelaskan berbagai kebudayaan Bali dan berbagai hal yang kami lewati selama di perjalanan, hingga perjalanan tidak terasa membosankan. Perjalanan kami menuju Nusa Dua pun terasa menyenangkan, terlebih lagi saat kami melalui jalan Tol yang membelah laut untuk cepat sampai di Nusa Dua.

Sesampainya di Nusa Dua, tidak banyak aktivitas yang kami lakukan karena waktu yang pendek akhirnya kami memutuskan untuk menyebrang ke Pulau Penyu untuk melihat tempat konservasi penyu. Ditengah laut saat menyebrang, kami pun diberi kesempatan untuk memberi makan ikan yang ada di laut tersebut. Kami pun sampai di Pulau Penyu, disana kami bisa berfoto dengan penyu dan hewan-hewan lain yang di pelihara di sana, seperti ular, elang, dan masih banyak lagi. Setelah merasa puas berfoto, kami pun kembali menyebrang ke Nusa Dua dan langsung menuju bus karena waktu kunjungan kami di Nusa Dua telah habis.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju PT. Sinar Sosro yang merupakan salah satu industri yang kami kunjungi. Di sana kami diberi Teh Botol Sosro yang kami boleh minum sepuasnya. Disanan pula kami mendapatkan banyak ilmu, mulai dari sejarah diciptakannya Teh Botol Sosro, proses pembuatannya, hingga peranan IT yang sangat di butuhkan di perusahaan tersebut.

Selesai melaksanakan kunjungan industri di PT. Sosro , kami pun melanjutkan perjalanan menuju salah satu objek wisata yang terkenal di Bali, yaitu Garuda Wisnu Kencana (GWK). Konon patung GWK yang sedang di bangun di sana akan menjadi patung tertinggi di dunia mengalahkan Patung Liberty. Disana kami berfoto ria dan menyaksikan pagelaran tari kecak yang menarik bagi kami.

Setelah puas menikmati kemegahan GWK , kami pun melaksanakan makan malam didaerah Jimbaran yang memiliki suasana sangat romantis dengan konsep makan di pinggir pantai. Namun sayang, kala itu hujan turun sehingga rencana makan di pinggir pantai menjari urung dilaksanakan. Walau pun begitu, banyak momen-momen romantis yang kami rasakan di sana.

Tak terasa malam pun telah menjelang, kami pun melakukan perjalanan kembali menuju penginapan, namun di perjalanan kami pun menyempatkan diri untuk singgah di pusat oleh-oleh khas Bali yang masih buka di malam itu. Setelah puas berbelanja oleh-oleh kami pun kembali menuju penginapan.

Karena pada malam itu adalah jadwal bebas dan merupakan malam terakhir kami di Bali, maka sebagian besar dari kami melakukan jalan malam di daerah Kuta, sebab banyak orang berkata “belum Afdhol kalau ke Bali tidak mengunjungi Kuta di Malam hari”. Disana kami menikmati Bali di malam hari dengan berfoto di Ground Zero yang merupakan monumen peringatan dari peristiwa Bom Bali. Dikarekan sudah sanagat larut, kami pun memutuskan untuk kembali ke penginapan dan beristirahat.
 

Esok paginya seperti biasa, kami bersiap-siap dan menikmati sarapan pagi.
 
Setelah selesai, kami pun memasukkan barang-barang kami ke dalam bagasi bus dan memulai perjalnaan menuju PT. Coca Cola Amatil sebagai perusahaan tujuan kunjungan industri kami yang ke dua.

Sama seperti kunjungan kami di PT. Sosro, di PT Coca Cola pun kami diperbolehkan untuk minum Coca Cola sepuasnya. Disana pun kami melihat berbagai proses pembuatan Coca Cola, namun sayangnya tidak mendetail sebab adanya pembatasan dari pihak perusahaan.

Setelah melaksanakan kunjungan industri di PT. Coca Cola Amatil, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Joger yang merupakan salah satu tempat oleh-oleh yang tersohor di Bali.

Tak lama waktu kami berbelanja di Joger dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju satu tempat yang istimewa yaitu Pura Tanah Lot. Konon pura ini di buat sebagi tempat pertapaan seorang pendeta yang mendapat gangguan dari ketua desa setempat yang lalu memindahkan pura yang dibuatnya menjadi beradi di tengah laut. Pura tersebut pun konon di jaga oleh ular suci yang diciptakan oleh snag pendeta dari sabuk yang digunakannya. Hingga saat ini ulat suci tersebut masih hidup dan masih bisa di lihat oleh pengunjung.

Sampailah kami di Pura Tanah Lot siang itu, namun sayang kala itu air sedang pasang sehingga kami tidak bisa masuk ke pura dan melihat ular suci yang terletak di sebuah Goha yang ada di bawah Pura. Akhirnya kami pun berfoto di area sekitar pura, sebab banyak lokasi yang menarik untuk dijadikan latar belakang foto.

Setelah puas berfoto akhirnya kami pun menuju kembali ke Pelabuhan Gilimanuk untuk pulang ke Bandung. Perjalanan yang panjang dan badan kami yang sudah lelah menyebabkan kami tertidur dengan pulas di dalam Bus. Setelah kami sampai di pelabuhan Ketapang, kami pun melanjutkan perjalanan melalui Pantai Selatan Pulau Jawa.

Setelah melalu perjalanan satu hari penuh, kami pun singgah terlebih dahulu di daerah Malioboro, Yogyakarta. Sayangnya, karena terlalu malam sudah banyak pedagang yang tutup dan yang tersisa hanya beberapa pedagang kaos serta pedagang makanan di angkringan. Akhirnya kami pun memutuskan untuk melakukan wisata kuliner malam itu.

Selesai menikmati malam di Malioboro, kami pun mengunjungi sebuah restoran di Yogyakarta untuk melaksanakan acara puncak, yaitu malam keakraban. Acara tersebut cukup meriah dengan adanya penampilan dari beberapa rekan dan dengan dibagikannya doorprize. Kegitan tersebut pun selesai tepat pukul 24.00 WIB dan kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung. Kami pun sampai di kota Bandung pada hari Jumat, 20 Januari 2017 pukul 17.00 WIB dengan keadaan selamat dan sehat tanpa kekurangan apa pun.

Itulah kunjungan Industri dari Jurusan Teknik Informatika yang sangat berkesan bagi kami para peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Written by R.A.E

Editor photo by Fuad

even calendar

September 2017
SunMonTueWedThuFriSat
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30