Penerapan Teknologi Pengolahan Sampah untuk Mendukung Realisasi Kota Hijau

Di Tulis Oleh Administrator

Dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke-20, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Itenas yang berulang tahun pada 25 Mei 2014 mengadakan seminar bertajuk “Penerapan Teknologi Pengolahan Sampah untuk Mendukung Realisasi Kota Hijau”. Seminar ini juga ditujukan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni. Seminar yang diadakan pada hari Sabtu, 7 Juni 2014 ini bertempat di Ruang Auditorium Jurusan Teknik Sipil Itenas.
 
Seminar yang berbentuk diskusi panel ini dihadiri oleh 61 orang, dengan dimoderatori oleh Bapak Piqhi Rizki, S.T., M.T. yang merupakan lulusan Teknik Lingkungan Itenas. Seminar ini juga menghadirkan 3 pembicara, yaitu Bapak Dr.Mochammad Chaerul, S.T., M.T. yang merupakan dosen Jurusan Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bapak Arief Perdana, S.T dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jawa Barat, serta Bapak Dadan Ramdandari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Barat.
 
Sebagai salah satu dosen Jurusan Teknik Lingkungan, Bapak Dr. Mochammad Chaerul, S.T.,M.T. menjelaskan secara rinci mengenai sampah. Dimulai dari pengertian, proses terbentuknya, juga cara pengelolaannya yang ditinjau dari beberapa aspek, seperti pembiayaan, peraturan, dan peran serta masyarakat.
Selanjutnya, Bapak Arief Perdana, S.T dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat menyampaikan materi mengenai upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah, mengingatkan kembali para peserta mengenai peristiwa longsoran sampah yang terjadi di TPA Leuwi Gajah pada tahun 2005, serta mengatakan bahwa pemerintah provinsi bertugas untuk melakukan upaya dalam mendukung tercapainya kabupaten/kota hijau di Provinsi Jawa Barat dalam pengelolaan persampahan.
Berbeda dengan kedua narasumber sebelumnya, Bapak Dadan Ramdan dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Barat lebih menekankan pada perubahan paradigma masyarakat dalam menangani masalah sampah. Beliau menyatakan ketidaksetujuannya dalam penggunaan Teknologi Pembakar (Insinerator), serta mencoba menawarkan alternative lain yang lebih aman dan ramah lingkungan, seperti Teknologi Komposter (Biasa), Teknologi Biodegester-Biomassa, dan Teknologi Daur Ulang.

Setelah selesai mengikuti seminar ini, para peserta yang hadir diharapkan dapat lebih menyadari pentingnya pengelolahan sampah yang dimulai dari diri sendiri. Selain itu, materi yang telah disampaikan oleh masing-masing narasumber semoga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat bermanfaat tidakhanya bagi diri sendiri, juga bagi lingkungan sekitar. (Baiq M.K.D. – HMTL)

 


Kalender Even

September 2017
SunMonTueWedThuFriSat
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30